Thursday, April 22, 2010

Dekapan Sahara Di Hari Kartini



Pukul 8 pagi kudengar kabar kawan-kawan Nepalku berencana berangkat ke desert safari, ku ambil seratus dirham dan kupastikan namaku masuk dalam rombongan itu, konfirmasiku diterima pukul 16.30 keberangkatan disusun.

Tepat pukul 14.30 tugas Saffron selesai, briefing & training membuatku cemas akan tertundanya kepulanganku.... dalam hati aku berfikir bagaimana caranya agar dapat kuraih bus pukul 15.30 dan keluar dari atlantis.

15.15 waktu setempat briefing serta diskusi dalam restaurant masih saja berlanjut membuaku takut jadwal kepulangan tertunda yang mengakibatkan gagalnya ku turut serta dalam petualangan sahara, akhirnya waktu menunjukan tepat 15.20 dengan tergesa-gesa kubergegas sign out segera mengganti seragam kerja 15.28 duduk manis dalam bus yang telah akan beranjak pergi berangkat ke International city akomodasiku. Telephone Las Lama sahabat Nepalku memberitahukan dengan nada cemas kan keikut sertaanku bahwa seluruh rombongan telah siap di W-05 Russia International City berikut Jeep yang akan membawa kita.

Jam menunjukan 16.07 bus yang tiba segera setelah itu kuberlari menuju W-18 216 untuk meraih nikon D 90 18-105KR tak lupa kuraih Sony Cyber shot DSC-S750 pocket 7.2 mega pixels menggantungkannya di pinggang jeans biru belel yang kukenakan dan mengganti Liberty hitam dengan Ecco coklat sepatu petualangan kesukaanku, berkali-kali red lama memaksaku supaya bersegera bergabung ke tempat yang telah disebutkannya kali ini dengan nada yang sedikit penuh tekanan, kubilang akan segera datang dengan kamera dan bersiap untuk berpetualang....

16.20 kujumpai para sahabatku yang telah siap dalam jeep dengan sang sopir seorang philipina mulai menghidupkan mesin mobil setelah pegawai personali hotel menulis semua nama rombongan segera meluncur kearah timur Madam Road Hatta suatu daerah pinggiran perbatasan Dubai dan Oman, Tujuh Orang tambah sopir bergembira dalam jeep putih Offroad Adventure Arabia (Aku, Las Lama, Keshab, Joner, Rakesh Lama, Binot Basnet, Nuwak Mukarung Kirati )

16.49 kita tiba di sebuah pagar kawat perbatasan antara pegunungan batu dan hamparan pasir yang masih terdapat jalur aspal mulus kala sopir memeriksa tekanan angin ban kendaraan yang kita gunakan waktu untuk berphoto ria, mobil siap pasang sabuk pengaman kitapun mulai memasuki daerah gurun sahara yang selama ini begitu kudambakan....

Petualangan dimulai dimana matahari begitu menyengat seolah-olah tidak ada air conditioner dalam kendaraan roda empat ini, 17.30 kita masih asyik terkagum-kagum akan berpetualang dalam mobil yang terkadang meluncur diatas pasir, mengguncang semua penumpang... menaiki bukit-bukit terjal dan menghadirkan suasana yang begitu tegang. Tiba ditengah hamparan gurun kita lihat lalu lalang unta bebas dan tampak satupun tumbuhan berdiri disini.

Mobil masih terus menggilas pasir yang terkadang menyembur kekaca samping kendaraan akibat gilasannya membuat kita berteriak merasakan sensasi yang hadir. terkadang kita merasa jeep terlontar keatas melambung begitu tinggi lalu dengan sangat cepat jatuh terjun ke curaman pasir yang begitu tajam dilain waktu tiba-tiba mobil bergerak kesamping tanpa bisa dikendalikan hanya sekian detik segera setelahnya merasuk masuk kedalam kubah lekukan pasir berwarna cerah membanting setir dan dengan cepat meluncur pergi menghantam tantanga berikutnya hingga kita rasakan mobil oleng dan kita berhenti karena ban mobil bocor.

17.45 matahari masih terik kita keluar guna mengganti ban, sopir sigap cekatan mempersiapkan seluruh peralatan dan bersiap memperbaiki masalah, kita berphoto ria mengagumi keagungan sahara yang begitu mempesonakan mata, tanpa memperdulikan dekapan angin gurun yang demikian ganas kita tetap bergembira, hingga 18.01 matahari seolah-olah bergerak meredup siap-siap beranjak karena tugasnya hampir selesai. Ban mobil belum juga selesai karena ternyata pompa yang ada juga rusak tak dapat digunakan.

berbekal pengalaman petualangan yang demikian hebat diantara keringat sang sopir bergerak cepat mengambil udara dari setiap ban yang tersisa untuk memenuhi udara yang diharapkan sesuai standar perjalanan kedalam ban pengganti yang disiapkan mampu digunakan. Kita mulai khawatir akankah kemalaman disini tengah gurun yang begitu senyap tanpa kehidupan, satu hal yang kita sadar kini ternyata air minum tak ada dan lupa kita bawa dalam perbekalan kita....

Begitu banyaknya jeep yang melintasi rombongan kita tetapi begitu saratnya penumpang dalam setiap jeep yang lalu lalang tak akan bisa membawa kita untuk menumpang di salah satu jeep itu. 18.15 dengan angin ban seadanya dibawah standar umum perjalanan kita bergerak dibawah terik sang senja yang masih saja ganas menuju ke markas adventure arabia yang ternyata masih jauh hingga tiba disana disaat matahari benar-benar tak tampak lagi, terlihat suasana senja dipinggiran sahara lagi-lagi begitu berbeda senasinya..... lembayung senja yang sedikit hangat serta menampakan cahaya kemilau membuat kita larut dengan petualangan menaiki moto trex pasir dan mengendalikan hewan klasik unta diatas punggungya yang menulang tinggi....

Ya Tuhan ku begitu mencintai gurun sahara ini....

tiba di dalam benteng camp adventure yang disediakan bagi semua petualang dessert safari oleh pemerintah Dubai dalam keadaan lapar dan begitu haus membuatku takjub melihat makanan buffet khas yang menyajikan makanan arab dan international, berbagai sajian yang menggugah selera terdapat dalam barisan 10 buffet berderet rapi itu di iringi senyuman berkembang santun pegawai berdisdas lokal dimana kita bisa melahapnya secara percuma...

sekitar 17 jeep berbaris rapi dan begitu banyaknya nasionality disana menyantap hidangan secara bersemangat dan berkumpul akrab saling bercengkrama dengan harmonis. 20 menit setelah melahap hidangan kemudian lampu-lampu yang ada meredup dan alunan musik khas padang pasir membahana tinggi di sertai masuknya seorang penari perut khas wanita arab, dengan indahnya dia menari meliukkan perutnya yang cantik dan menggoda semua yang hadir disana, yang duduk lesehan diantara panggung besar.....

terkadang liukkan tubuhnya begitu cepat, melenggok indah dengan disertai kibaran rambut pirang panjang, terkdang berlari kesetiap sudut panggung tanpa lelah meskipun kucuran keringat mulai tampak dan segera menampilkan gemerlap-gemerlap basah yang diterpa cahaya remang sungguh telah membuatnya tampil sebagai sosok wanita khas arab yang bersensasi mempesona dan istimewa dalam setiap relung hati naluri lelaki dewasa....

19.00 tarian perut berakhir disertai rasa takjub dari semua mata pengunjung kitapun segera ambil makanan penutup dari sebelah kanan sisi panggung yang di berikan oleh 2 pemuda berpakain lokal lalu menuju sudut lainnya guna berphoto ria menggunakan disdas yaitu pakaian istimewa lelaki arab yang dilanjutkan dengan menuju sudut lainnya dan duduk diatas kursi sederhana untuk menikmati berbagai pilihan rasa sisha yang disediakan.....

19.30 malam semakin larut namun ku masih melanjutkan keliling sebentar berjalan-jalan sekitar kamp untuk melihat dan terus merasakan suasana akrab yang ditawarkan dalam base camp ini dan berikutnya siap-siap diri untuk menuju jeep yang segera akan bergerak pulang meninggalkan suasana pertualangan yang demikian hebat kamp ini tepat pada pukul 19.00 waktu UAE...

Ya Tuhan sang pemilik Keindahan, petualangan ini begitu menggairahkan jiwa petualangku, dimana tak terpikirkan olehku sebelumnya sensasi yang kurasakan tadi disaat-saat memulai dengan waktu yang terpikirkan dan benar-benar sangat terdesak, saat-saat tiba-tiba ban mobil yang kehabisan angin karena bocor dan telah kulupakan saat ini tertutup indahnya petualangan begitu gersang dan panasnya suasana sahara terkubur suasana senja akrab dan begitu mengesankan di dalam kamp yang sangat mempesonakanku serta dengan mudahnya kulupakan peristiwa pecahnya ban tadi....

tepukan senja di alam sahara yang telah larut kuhadirkan bagi semua yang terlibat asyik dalam petualanganku kali ini menjadikannya kenangan yang tak akan terlupakan....diantara hari ini dimana bangsaku mengenangnya sebagai hari pemberdayaan kaum wanita yang biasa disebut Kartini aku masih disini dimana kaum wanita dibalik cadar hitamnya bergerak bebas hanya sebatas abaya yang menutupinya tetapi hati dan pikirannya tak bebas dan selamanya berdiri di bawah kekuasaan kaum prianya yang notabene menguasai seluruh hidupnya... kaum wanita yang lembut itu selalu termanggut menuruti perintah dari kaum lelaki yang menjadi penguasanya dan kalangan yang berkuasa selamanya membuat pengaruh tradisional itu terpelihara guna melanggengkan keuasaan yang sangat disenanginya... pada akhirnya ku berfikir ternyata bangsaku masih jauh lebih baik dibanding negara ini dalam hal pemberdayaan kaum kartini nya walaupun kedua negara ini sama-sama mayoritas muslim....


Hatta, April 21 2010

2 comments:

  1. koreksi kata :

    Paragraf ke 7 kata terakhir seharusnya ".... dan TIDAK tampak satupun tumbuhan berdiri disini. "

    paragraf ke 15 kata terakhir seharusnya :
    meninggalkan suasana pertualangan yang demikian hebat kamp ini tepat pada pukul 20.00 waktu UAE... (dan bukan 19.00)

    ReplyDelete
  2. Tubuhku menggigil hebat dalam dekapan panasnya sahara..
    keringatku mengucur deras diatas pelana onta yang berjalan sangat lambat....
    Terik sang surya menusuk tajam mata dibalik lensa hitamku...
    ketika sinarnya beranjak membuat suasana senja begitu mempesona...
    duduk lesehan menyambut lembutnya sinar hampir purnama....

    sajian istimewa kusantap lahap, keceriaan suasana berlanjut seiring tarian perut begitu menggoda...
    hingga malam semakin larut, disdas, sisha, bidikan kamera membuatku hanyut diam serta larutkan aku diantara kenangan sebuah kata kubegitu mencintai suasana sahara...

    ReplyDelete